Rss Feed
Tampilkan postingan dengan label Cerita di Rumah :). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita di Rumah :). Tampilkan semua postingan

“C” dan Materi

Ini adalah sebuah kisah tentang salah seorang sahabat saya.
Dia adalah seorang wanita yang berusia beberapa tahun lebih tua dari saya. Kami sudah berteman sejak kecil. Orang tuanya dan orang tua saya berteman akrab. Karena jarak rumah kami yang dekat, saya pun sering menginap di tempat nya,dan begitu pula sebalik nya.
Dari kecil,dia sudah menunjukkan sikap tangguh nya. Dia di lahirkan sebagai anak tengah seperti saya. Sebagai anak tengah, kami berdua sering ber spekulasi, bahwa kami mendapat kan sisa-sisa kasih sayang dari kedua orang tua kami. Kami selalu mengeluh, bagaimana kedua orang tua kami selalu membanggakan kakak kami. Atau terkadang, mengapa orang tua kami selalu membela adik kami. Tapi dia selalu berhasil mendapat kan perhatian dari kedua orang tua nya dengan caranya sendiri.
Ibu nya sering sakit-sakitan. Itulah sebab nya ia sangat menyayangi ibu nya. Bukan berarti ia tidak mencintai ayah nya. Tapi di bandingkan mereka berdua, saya melihat bahwa ia lebih menyayangi ibu nya, di banding ayah nya yang keras. Ayah nya memang sosok figur yang keras. Saya pun sering merasa takut apabila bertemu dengan ayah nya.
Ketika kami masih duduk di bangku dasar, kami sering merencanakan untuk kabur dari rumah. Kami membuat rencana-rencana tentang kapan, dan bagaimana caranya kami melarikan diri nanti. Tentu saja pemikiran tentang itu terjadi ketika kami sedang di ganggu oleh kakak-kakak kami. Atau, ketika kami sedang bertengkar dengan adik kami. Kami merasa marah, karena orang tua kami tidak pernah membela kami.
Pernah suatu ketika ia mengirimkan surat kepada saya, isi nya adalah ajakan untuk melarikan diri dari rumah. Surat nya ia titipkan kepada pembantu rumah saya. Dan oleh pembantu saya, di taruh di atas lemari makan di dapur. Surat itu pun di baca oleh ibu saya, dan bukan nya marah, tapi beliau malah tertawa terbahak-bahak membaca tulisan khas anak SD tersebut.
Kami pun gagal melarikan diri. Dan mencoba untuk membuat rencana pelarian berikut nya.
Di lain malam, saat itu saya baru selesai mengerjakan PR. Tiba-tiba, ia masuk ke kamar saya dengan muka cemberut, dan penuh marah. Lalu berkata, "ayo, kita kabur malam ini !", ajak nya.
Saya hanya bisa melongo memandang ajakannya yang tiba-tiba. Lalu ia mencari-cari tas sekolah saya, dan memasukkan baju-baju saya ke dalam nya.
"Mau kabur kemana?", tanya saya.
"Terserah, yang penting kita kabur", ujar nya.
Sementara dia memasukkan baju-baju saya ke dalam tas, saya pun keluar kamar, menuju dapur untuk minum. Ketika hendak kembali ke kamar, saya melihat kakak,adik, dan orang tua saya sedang menonton acara televisi "Jin dan Jun". Saat itu, acara televisi tersebut sedang booming sekali. Saya pun ikut menonton bersama mereka.
Tak lama kemudian, ia keluar dari kamar dan mencari saya. Mungkin karena saya tak kunjung kembali dari dapur. Kemudian ia menemukan saya sedang menonton tv bersama keluarga yang lain. Ia pun duduk di samping saya, dan ikut menonton tv juga.
Ketika jam menunjukkan pukul sembilan malam, ia pun menguap dan berkata, "aku pulang dulu yah, ngantuk". Maka lupalah kami dengan rencana melarikan diri kami beberapa jam yang lalu.
***
Saat beranjak remaja, kami bersekolah di Sekolah Menengah Pertama yang sama. Namun karena jadwal sekolah kami berbeda, kami jadi jarang bertemu. Paling hanya sesekali. Ketika akhir pekan, ia masih berkunjung ke rumah saya.
Saat SMA pun,kami kembali bersekolah di tempat yang sama pula. Namun,kami makin jarang berbicara lagi. Bukan karena kami sedang bermusuhan. Tapi kami sudah sibuk dengan kegiatan masing-masing, dan juga sibuk dengan teman-teman baru kami.
Ketika ia mulai masuk ke perguruan tinggi, ia di terima di salah satu PTN favorit di Indonesia. Ia pun memilih untuk kost di dekat kampus nya, dengan pertimbangan biaya, apabila ia harus pulang-pergi dari rumah nya. Dan kami makin menjauh.
Di pertengahan tahun ke tiga SMA saya, saya pindah rumah. Tempat nya tidak terlalu jauh dari rumah lama. Ini membuat jarak di antara kami makin melebar. Kami hanya sesekali mengobrol bila berpapasan dengan nya di jalan. Itu pun dengan ke canggungan. Saya seperti lupa dengan ke akraban kami waktu kecil dulu.
Tapi saya masih bisa mengetahui kabar-kabar terakhir dari nya dari adik dan orang tua kami. Saya tahu saat itu ia kerja dimana, atau ia sedang berpacaran dengan siapa. Seperti mendengar dari mulut nya sendiri.

Suatu hari ia datang ke rumah saya dan bertanya seputar pekerjaan saya. Selidik punya selidik, ternyata ia sedang mencoba melamar di perusahaan yang bergerak di bidang yang sama seperti tempat saya bekerja.
Kami mulai berbicara banyak lagi seperti dulu. Saling berbagi cerita. Ternyata benar apa yang telah saya dengar selama ini dari orang tua, maupun adik saya. Ia sedang menjalani hubungan dengan seorang kawan kuliah nya.
Ia bercerita tentang hubungan mereka yang nampaknya agak kurang di restui oleh orang tua kekasih nya. Ia bercerita, karena masalah materi. Sepertinya, kekasihnya itu berasal dari kalangan atas. Namun, mereka tetap menjalani hubungan backstreet tersebut dari orang tua kekasih nya itu. Mereka berhasil menjalani hubungan tersebut hingga beberapa tahun. Ia juga yakin, kalau mereka nantinya pasti bisa meyakinkan hubungan mereka kepada orang tua kekasih nya itu.
Ia juga bercerita, kalau kekasih nya itu memang sudah di anggap sebagai keluarga nya sendiri. Sikap nya yang santun pun berhasil mencuri perhatian ayah nya yang keras. Malah ia sangat menyayangi kekasihnya itu, bagai anak nya sendiri. Lama saya tak mendengar kabar nya lagi. Yang saya tahu, ia masih bekerja di tempat yang terakhir ia ceritakan, saat terakhir perjumpaan kami.
Beberapa bulan kemudian, saya kembali mendengar kabar bahwa ia sedang mengadakan acara lamaran. Saya pun merasa lega mendengar nya. Rencana nya ia akan melangsungkan pernikahan di awal tahun depan.
Namun, seketika itu saya merasa sangat terkejut, karena mendengar ia menikah bukan dengan kekasihnya yang dulu ia sering ceritakan pada saya. Tetapi dengan orang lain yang baru saja menjalin hubungan dengan nya. Terdengar selentingan kabar dari para tetangga, bahwa ia putus dengan pacar nya yang terdahulu karena masalah materi.
Menurut kabar-kabar yang terdengar, orang tua dari kekasih nya itu mengetahui bahwa mereka masih menjalin hubungan backstreet. Dan ketika kekasihnya di desak untuk memilih, ia memilih keluarganya, dan meninggalkan sahabat saya itu.
Ia juga mulai mengungkit perihal barang-barang pemberian nya kepada sahabat saya itu. Tentu sahabat saya merasa sangat terluka. Namun, bukan dia namanya, apabila ia tidak bisa bangkit kembali dari keterpurukan. Dengan penuh senyum, ia menata, dan melanjutkan hidup nya kembali. Walau saya yakin, hati nya belum seratus persen pulih.
Bukan maksud saya untuk membeberkan masalah kehidupan sahabat saya ini. Yang saya ingin sorot adalah, bagaimana materi telah mengalahkan segala nya. Bahkan cinta sekalipun. Saya juga tak ingin mengagung-agung kan cinta. Namun, materi memang bisa mengubah pola pikir dan pandangan seseorang. Dan saya tetap salut kepada sahabat saya, yang selalu ceria dan bersemangat seperti semula. She always being her. As she is.
Semoga ada manfaat dari sepenggal kisah sahabat saya.
I always here for you.

Why i still can't wake up earlier in the morning

Dari jaman dulu sampe sekarang, kalo gue di suruh bikin resolusi ato wish-list, selalu ada kalimat : "Gue pengen bisa bangun pagi" di dalem daftar gue itu.

Tapi kenyataan nya boo...... Gue adalah tipe-tipe orang yang gak akan bisa kebangun hanya dengan satu buah weker aja. Yah...semacam penganut paham KEBO-isme gitu deh. Sering banget gue ngelewatin beberapa kejadian saat gue bener-bener gak bisa dibangunin gitu.
Contoh nya pas tengah malem, misal nya, waktu keponakan gue nginep, dan bikin seisi rumah gak bisa tidur nyenyak gara-gara tangisan nya di tengah malem,trus cuma gue aja gitu,yang bisa tidur dengan lelap nya.

Waktu tengah malem rumah gue di datengin banyak orang,akibat perselisihan salah satu sodara sepupu gue dengan seorang tetangga,gue baru bangun waktu kebelet pipis, n kaget karena ngeliat pak erte lagi duduk dengan manis di ruang tamu gue.

Juga pas tiba-tiba AsRum a.k.a servant di rumah gue kesurupan, gue baru bangun pas ke esokan pagi nya, n bengong-bengong gak ngerti,waktu kakak dan adek gue ngomongin, betapa seru dan mencekam nya kejadian semalem. Dan gue dengan wajah (sok)polos cuman bisa bertanya, "emang semalem ada apaan sih??".

FYI, di kamar, gue gak cuman masang 1 weker aja loh.. Tapi tiga weker sekaligus.
:D
Belom lagi alarm yang gue set di kedua hape gue. Gue sengaja men-set agar ada timing nya di masing-masing weker. Gue kasi jeda sekitar satu menit.
Dengan hape GSM gue yang bisa mengatur alarm lebih dari satu kali, (dan gue bikin sekitar 5 alarm di hape gue dengan waktu berbeda,dan gue setting juga snooze nya :P ), gue selalu yakin kalo gue pasti bisa bangun pagi.

Tapi apa daya, yang selalu terjadi adalah, ketika alarm pertama gue berbunyi, gue langsung nutup kuping gue erat-erat pake bantal. Semenit kemudian setelah gue cuekin tu alarm, alarm yang ke dua berbunyi. Kali ini bukan cuman bantal yang nangkring di kuping gue. Tapi guling gue juga ikutan. :D
Kalo gue udah gak tahan sama bunyi kedua benda itu, gue langsung bangkit dari tempat tidur gue, (tetap dengan mata terpejam ) dan membinasakan kedua weker gue itu. Hahahaha....

Beberapa saat setelah kedua weker gue itu binasa, giliran alarm di kedua hape gue yang berbunyi.
Gue selalu menyetting alarm di hape gue dengan lagu-lagu yang kenceng dan keras. Kayak letters to you, unholly conventional, beraksi, mission imposibble nya joe satriani, poqo nya lagu yang kira-kira bisa ngagetin jantung gue..

But those alarm doesn't work at all. :D
Yang ada justru orang2 yg lagi (gak) beruntung sekamar sama gue lah, yang terbangun sama ntu alarm. Pada misuh-misuh semua, gara-gara tidur nyenyak nya mereka ke ganggu sama alarm-alarm gue. Komentar mereka, "yang punya alarm malah gak bangun ;( "
hehehe.....

Akhirnya,alarm terampuh yang berhasil ngebangunin gue dari aktivitas NGEBO-isme itu hanya suara nyokap yang dengan merdu nya tereak ampe delapan oktaf, "ADE RISMA....BANGUN...EMANG GAK KERJA HARI INI ?!?! "
:"(

Hh... Emang,, dimana-mana cara alami emang lebih ampuh :P

Yuuk...Belajar masak yuuk...

Hulla...hulla...
SiAnakIlang datang...semua senaaang..... :D

Hmm...
Gue kekenyangan nih...
Gara-gara seharian tadi,kerjaan gue cuman makaaan...melulu..
Semalem adek gue bereksperimen,bikin puding coklat, isi blackforest dan oreo...
Dan,pagi-pagi tadi.. ketika gue baru aja melek,tiba-tiba perut gw dengan brutal ny berbunyi "groooook....".
Yap,,benar saudara-saudara.. Saya lapar..
Hiks..

Teringat sama puding yang semalem di bikin sama adek gw,dengan penuh napsu,gw langsung menuju ke tempat puding itu bersemayam.. Dan,sukses gw abisin setengah loyang.. H hahaha...

Siang nya,bokap tercintah minta tolong sama gue, untuk menggantikan bokap nge jagain toko. Secara ya...toko bokap itu tempat nya snack-snack, roti, dan minuman-minuman ringan bersemayam,,dan gue adalah penganut paham NGEMIL-isme, yaa...merdekalah gue di sana... :D

Blom lagi pas gw pulang k rumah, nyokap maksa gue buat makan lagi..
FYI, nyokap gue ini adalah tipe nyokap yang selalu parno kalo anak nya itu belum cukup makan. Gak peduli walopun gue dah ngejelasin,,, kalo gue itu baru aja makan, dan masih kenyang banget. Nyokap pasti tetep maksa anak-anak ny buat makan..
Sampe pernah salah satu keponakan gue protes, trus ngomong, "ih,,, nenek jahat banget sih...Manda di suruh makan mulu..".
H hehehe...

Tapi omong-omong soal masak, nyokap gue ini emang paling jago nya lho,,bikin masakan yang super-duper-amat-lezat.
Cuman sayang nya keahlian nyokap yang satu itu, gak menurun ke gue. Bahkan honestly,, gue gak bisa ngebedain bumbu-bumbu dapur. Yang gue tau cuma cabe sama bawang aja. Hiks..

Sebenernya siy Pacarr juga udah mengultimatum gue untuk segera belajar masak.. Apalagi Dia bilang,kalo dia pulang nanti, dia pengen minta di buatin makanan sama gue..
(huh...gak kapok juga yah siy Pacarr, padahal dulu dia pernah gue buatin nasgor, yang rasanya nano-nano.. H hehe...)

Keingin gue buat belajar masak sih ada.. Cuma,, kadang gue suka tiba-tiba males aja gitu. Padahal gue udah bikin plan. Kalo wiken ini, gue mo belajar masak sama nyokap. Tar gue nya yang "ah... Ntar aja deh, agak siangan", trus tauk-tauk udah malem aja, gitu. H hehe...
Kesimpulan nya...sampe sekarang..niat mulia gue itu belom sempet gue realisasikan...
Piss ya, Car...(Pacar, -red)
^_^V
"Bukan nya aku males...bukan nya aqu gak niat belajar masak... Tapi emang blom sempet ajaa... Tapi aku janji dh.. Nanti kalo kamu pulang, aku bakal buatin makanan buat kamu.. Tapi janji di abisin yaa... Walopun rasanya abstrak gitu... H hehe..."

Tolongg..... Tipi di rumah ku rusakk...

huhuhu...

sebuah bencana baru saja terjadi beberapa hari lalu.
Tipi tersayang di rumah sedang rusak..

hiks..

Tu tipi masi bisa nyala.
Tapi gak bisa ganti channel.
Pake remote gak bisa.
Pake manual juga gak bisa.
PAke remot AC juga gak bisa.

huhu...

Tapi yang paling menyedihkan adalah........
Channel yang stuck di Tipi gw adalah Indosiar...
b'cos setiap kali gw nyetel channel itu,
yang lagi di tayangin adalah pelem-pelem hebat.
Dimana para pemain nya bisa terbang.
Bisa berubah jadi binatang gitu deh.
hiks..

Ato gak, film-film lokal, tapi aneh nya di dubbing-in.
Ato film tentang org maha kaya, yang punya istri banyak,
tapi sayang nya, slah satu dari mereka cukup bodoh.

hiks.

tentu aja film2 tsb gak bagus buat perkembangan jiwa gw yang masih labil inih...
hiks..
Sampe2 gw gak tau berita seputar perusahaan tempat gw bekerja, yang lagi di rundung masalah..

pengen numpang nonton tipi ma Tetangga, tp mungkin mereka trauma.
Cos, dlu sempet maen ke tetangga, tapi pas kami pulang, toples2 berisi
makanan-makanan kecil pada hilang. N isi Kulkas mereka terkuras...

Di blacklist deh gw, ma PAk RT. Di masupin ke daftar Buku Hitam Antar Tetangga.
Hiks.

Ada kah yang mao menolong dirikuuh???
hidup sungguh sepi dan sunyi tanpa adanya Tipi..