Rss Feed
Tampilkan postingan dengan label inspiring time. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label inspiring time. Tampilkan semua postingan

Mr. Alasan, Penghambat Sukses

Kalau mau jujur, kita sering menciptakan alasan atas setiap kegagalan dan kesalahan kita. Kita juga selalu menciptakan alasan untuk menghindari hukuman atas kesalahan yang kita lakukan . Seharusnya kita memahami, bahwa alasan tidak pernah memberikan perubahan dalam hidup. Alasan adalah penghambat kesuksesan. Setiap alasan adalah tirai yang di tancapkan untuk membatasi dan memenjarakan kita setiap saat.
Jika anda ingin menciptakan kehidupan yang penuh keberhasilan, anda harus memegang kendali hidup anda. Mulai sekarang, berhenti berdalih, berhenti mengeluh atas kekurangan fisik anda, berhenti mengeluh atas ketidakadilan yang terjadi dalam hidup anda, berhenti menggunakan alasan mengapa anda tidak bisa dan dan belum mendapatkan apa yang anda inginkan sampai saat ini, dan berhenti menyalahkan keadaan di luar diri anda. Anda harus berjanji bahwa mulai saat ini anda berhenti mengemukakan alasan.
Tindakan berhenti menyalahkan adalah tanda bahwa anda mengasihi diri anda dan masa depan anda.

Marriage

Seorang pria dan kekasih nya menikah, dan acara pernikahannya sungguh megah. Semua kawan-kawan dan keluarga mereka hadir menyaksikan dan menikmati hari yang berbahagia tersebut. Suatu acara yang luar biasa mengesankan.
Mempelai wanita begitu anggun dalam gaun putihnya dan pengantin pria dalam tuxedo hitam yang gagah. Setiap pasang mata yang memandang setuju mengatakan bahwa mereka sungguh-sungguh saling mencintai.
Beberapa bulan kemudian, sang istri berkata kepada suaminya, “sayang, aku baru saja membaca sebuah artikel di majalah tentang bagaimana memperkuat tali pernikahan”, katanya sambil menyodorkan majalah tersebut.
“Masing-masing kita akan mencatat hal-hal yang kurag kita sukai dari pasangan kita. Kemudian kita akan membahas bagaimana merubah hal-hal tersebut dan membuat hiddup pernnikahan kita bersama lebih bahagia...”
Suaminya setuju dan mereka mulai memikirkan hal-hal dari pasangan nya yang tidak mereka sukai dan berjanji tidak akan tersinggung ketika pasangan nya mencatat hal-hal yang tidak mereka sukai sebab hal tersebut untuk kebaikan mereka bersama. Malam itu mereka bersepakat untuk berpisah kamar dan mencatat apa yang terlintas dalam benak mereka masing-masing.
Besok paginya ketika sarapan, mereka siap mendiskusikannya.
“Aku mulai duluan ya”, kata sang istri. Ia pun mengeluarkan daftar nya. Banyak sekali yang di tulisnya sekitar 3 halaman... ketika ia mulai membacakan satu persatu hal yang tidak dia sukai dari suaminya, ia memperhatikan bahwa air mata suaminya mulai mengalir...
“Maaf, apakah aku harus berhenti?”, tanyanya.
“Oh tidak, lanjutkanlah...”, jawab suaminya.
Lalu sang istri melanjutkan membacakan semua yang terdaftar, lalu kembali melipat kertasnya dengan manis di atas meja dan berkata dengan bahagia.
“Sekarang, gantian ya, engkau yang membacakan daftar mu”.
Dengan perlahan suaminya berkata “aku tidak mencatat sesuatupun di kertasku. Aku berpikir bahwa engkau sudah sempurna, dan aku tidak ingin merubah mu. Engkau adalah dirimu sendiri. Engkau cantik dan baik bagiku. Tidak satupundari pribadimu yang kudapatkan kurang...”. Sang istri tersentak dan tersentuh oleh pernyataan dan ungkapan cinta serta isi hati suaminya. Bahwa suaminya menerima apa adanya.. ia menunduk dan menangis.

***
Dalam hidup ini, sering kali kita merasa di kecewakan, depresi, dan sakit hati. Sesungguhnya tak perlu menghabiskan waktu untuk memikirkan hal-hal tersebut. Hidup ini penuh dengan keindahan, suka cita, dan harapan. Kita bisa menemukan banyak hal-hal yang indah di sekeliling kita. Saya percaya, kita akan menjadi orang yang berbahagia jika kita mampu melihat dan bersyukur untuk hal-hal yang baik dan mencoba melupakan hal-hal yang buruk.

Note :
Girls, when you found someone who wouold accept you for who you are, be thankful if it’s not a drem. Don’t shrug him off just bcoz he’s not exactly your Mr. Right. Coz there’s always a big possibility that you’re also not his Mrs. Right, but he still loved you anyway. Learn to give and take, it’ll save you a lot of heartaches when you’re bragging & complaining about it to your friends.

Boys,live with the fact that you’re always the ones that had to accept your girl for who they are. Never ever expect anything in return. But when they do, make sure that it ain’t a dream. Coz it’s just a way too good to be true.

Perempuan yang di cintai suamiku

Maaf bagi yg sudah baca. Cerita ini begitu banyak diposting di blog2 dan beredar dari email ke email.

Ceritanya sangat inspiratif, apalagi untuk istri-istri agar mereka tetap dicintai oleh suami.

---------------------------------

Perempuan yang dicintai suamiku

Oleh: Botefilia

Kehidupan pernikahan kami awalnya baik2 saja menurutku. Meskipun menjelang pernikahan selalu terjadi konflik, tapi setelah menikah Mario tampak baik dan lebih menuruti apa mauku.

Kami tidak pernah bertengkar hebat, kalau marah dia cenderung diam dan pergi kekantornya bekerja sampai subuh, baru pulang kerumah, mandi, kemudian mengantar anak kami sekolah. Tidurnya sangat sedikit, makannya pun sedikit. Aku pikir dia workaholic.

Dia menciumku maksimal 2x sehari, pagi menjelang kerja, dan saat dia pulang kerja, itupun kalau aku masih bangun. Karena waktu pacaran dia tidak pernah romantis, aku pikir, memang dia tidak romantis, dan tidak memerlukan hal2 seperti itu sebagai ungkapan sayang.

Kami jarang ngobrol sampai malam, kami jarang pergi nonton berdua, bahkan makan berdua diluarpun hampir tidak pernah. Kalau kami makan di meja makan berdua, kami asyik sendiri dengan sendok garpu kami, bukan obrolan yang terdengar, hanya denting piring yang beradu dengan sendok garpu.

Kalau hari libur, dia lebih sering hanya tiduran dikamar, atau main dengan anak2 kami, dia jarang sekali tertawa lepas. Karena dia sangat pendiam, aku menyangka dia memang tidak suka tertawa lepas.

Aku mengira rumah tangga kami baik2 saja selama 8 tahun pernikahan kami. Sampai suatu ketika, disuatu hari yang terik, saat itu suamiku tergolek sakit dirumah sakit, karena jarang makan, dan sering jajan di kantornya, dibanding makan dirumah, dia kena typhoid, dan harus dirawat di RS, karena sampai terjadi perforasi di ususnya. Pada saat dia masih di ICU, seorang perempuan datang menjenguknya. Dia memperkenalkan diri, bernama meisha, temannya Mario saat dulu kuliah.

Meisha tidak secantik aku, dia begitu sederhana, tapi aku tidak pernah melihat mata yang begitu cantik seperti yang dia miliki. Matanya bersinar indah, penuh kehangatan dan penuh cinta, ketika dia berbicara, seakan2 waktu berhenti berputar dan terpana dengan kalimat2nya yang ringan dan penuh pesona. Setiap orang, laki2 maupun perempuan bahkan mungkin serangga yang lewat, akan jatuh cinta begitu mendengar dia bercerita.

Meisha tidak pernah kenal dekat dengan Mario selama mereka kuliah dulu, Meisha bercerita Mario sangat pendiam, sehingga jarang punya teman yang akrab. 5 bulan lalu mereka bertemu, karena ada pekerjaan kantor mereka yang mempertemukan mereka. Meisha yang bekerja di advertising akhirnya bertemu dengan Mario yang sedang membuat iklan untuk perusahaan tempatnya bekerja.

Aku mulai mengingat2 5 bulan lalu ada perubahan yang cukup drastis pada Mario, setiap mau pergi kerja, dia tersenyum manis padaku, dan dalam sehari bisa menciumku lebih dari 3x. Dia membelikan aku parfum baru, dan mulai sering tertawa lepas. Tapi disaat lain, dia sering termenung didepan komputernya. Atau termenung memegang Hp-nya. Kalau aku tanya, dia bilang, ada pekerjaan yang membingungkan.

Suatu saat Meisha pernah datang pada saat Mario sakit dan masih dirawat di RS. Aku sedang memegang sepiring nasi beserta lauknya dengan wajah kesal, karena Mario tidak juga mau aku suapi. Meisha masuk kamar, dan menyapa dengan suara riangnya,

” Hai Rima, kenapa dengan anak sulungmu yang nomor satu ini ? tidak mau makan juga? uhh… dasar anak nakal, sini piringnya, ” lalu dia terus mengajak Mario bercerita sambil menyuapi Mario, tiba2 saja sepiring nasi itu sudah habis ditangannya. Dan….aku tidak pernah melihat tatapan penuh cinta yang terpancar dari mata suamiku, seperti siang itu, tidak pernah seumur hidupku yang aku lalui bersamanya, tidak pernah sedetikpun !

Hatiku terasa sakit, lebih sakit dari ketika dia membalikkan tubuhnya membelakangi aku saat aku memeluknya dan berharap dia mencumbuku. Lebih sakit dari rasa sakit setelah operasi caesar ketika aku melahirkan anaknya. Lebih sakit dari rasa sakit, ketika dia tidak mau memakan masakan yang aku buat dengan susah payah. Lebih sakit daripada sakit ketika dia tidak pulang kerumah saat ulang tahun perkawinan kami kemarin. Lebih sakit dari rasa sakit ketika dia lebih suka mencumbu komputernya dibanding aku.

Tapi aku tidak pernah bisa marah setiap melihat perempuan itu. Meisha begitu manis, dia bisa hadir tiba2, membawakan donat buat anak2, dan membawakan ekrol kesukaanku. Dia mengajakku jalan2, kadang mengajakku nonton. kali lain, dia datang bersama suami dan ke-2 anaknya yang lucu2.

Aku tidak pernah bertanya, apakah suamiku mencintai perempuan berhati bidadari itu? karena tanpa bertanya pun aku sudah tahu, apa yang bergejolak dihatinya.

Suatu sore, mendung begitu menyelimuti jakarta, aku tidak pernah menyangka, hatikupun akan mendung, bahkan gerimis kemudian.

Anak sulungku, seorang anak perempuan cantik berusia 7 tahun, rambutnya keriting ikal dan cerdasnya sama seperti ayahnya. Dia berhasil membuka password email Papa nya, dan memanggilku, ” Mama, mau lihat surat papa buat tante Meisha ?”

Aku tertegun memandangnya, dan membaca surat elektronik itu,

Dear Meisha,

Kehadiranmu bagai beribu bintang gemerlap yang mengisi seluruh relung hatiku, aku tidak pernah merasakan jatuh cinta seperti ini, bahkan pada Rima. Aku mencintai Rima karena kondisi yang mengharuskan aku mencintainya, karena dia ibu dari anak2ku.

Ketika aku menikahinya, aku tetap tidak tahu apakah aku sungguh2 mencintainya. Tidak ada perasaan bergetar seperti ketika aku memandangmu, tidak ada perasaan rindu yang tidak pernah padam ketika aku tidak menjumpainya. Aku hanya tidak ingin menyakiti perasaannya. Ketika konflik2 terjadi saat kami pacaran dulu, aku sebenarnya kecewa, tapi aku tidak sanggup mengatakan padanya bahwa dia bukanlah perempuan yang aku cari untuk mengisi kekosongan hatiku. Hatiku tetap terasa hampa, meskipun aku menikahinya.

Aku tidak tahu, bagaimana caranya menumbuhkan cinta untuknya, seperti ketika cinta untukmu tumbuh secara alami, seperti pohon2 beringin yang tumbuh kokoh tanpa pernah mendapat siraman dari pemiliknya. Seperti pepohonan di hutan2 belantara yang tidak pernah minta disirami, namun tumbuh dengan lebat secara alami. Itu yang aku rasakan.

Aku tidak akan pernah bisa memilikimu, karena kau sudah menjadi milik orang lain dan aku adalah laki2 yang sangat memegang komitmen pernikahan kami. Meskipun hatiku terasa hampa, itu tidaklah mengapa, asal aku bisa melihat Rima bahagia dan tertawa, dia bisa mendapatkan segala yang dia inginkan selama aku mampu. Dia boleh mendapatkan seluruh hartaku dan tubuhku, tapi tidak jiwaku dan cintaku, yang hanya aku berikan untukmu. Meskipun ada tembok yang menghalangi kita, aku hanya berharap bahwa engkau mengerti, you are the only one in my heart.

yours,

Mario

Mataku terasa panas. Jelita, anak sulungku memelukku erat. Meskipun baru berusia 7 tahun, dia adalah malaikat jelitaku yang sangat mengerti dan menyayangiku.

Suamiku tidak pernah mencintaiku. Dia tidak pernah bahagia bersamaku. Dia mencintai perempuan lain.

Aku mengumpulkan kekuatanku. Sejak itu, aku menulis surat hampir setiap hari untuk suamiku. Surat itu aku simpan diamplop, dan aku letakkan di lemari bajuku, tidak pernah aku berikan untuknya.

Mobil yang dia berikan untukku aku kembalikan padanya. Aku mengumpulkan tabunganku yang kusimpan dari sisa2 uang belanja, lalu aku belikan motor untuk mengantar dan menjemput anak2ku. Mario merasa heran, karena aku tidak pernah lagi bermanja dan minta dibelikan bermacam2 merek tas dan baju. Aku terpuruk dalam kehancuranku. Aku dulu memintanya menikahiku karena aku malu terlalu lama pacaran, sedangkan teman2ku sudah menikah semua. Ternyata dia memang tidak pernah menginginkan aku menjadi istrinya.

Betapa tidak berharganya aku. Tidakkah dia tahu, bahwa aku juga seorang perempuan yang berhak mendapatkan kasih sayang dari suaminya ? Kenapa dia tidak mengatakan saja, bahwa dia tidak mencintai aku dan tidak menginginkan aku ? itu lebih aku hargai daripada dia cuma diam dan mengangguk dan melamarku lalu menikahiku. Betapa malangnya nasibku.

Mario terus menerus sakit2an, dan aku tetap merawatnya dengan setia. Biarlah dia mencintai perempuan itu terus didalam hatinya. Dengan pura2 tidak tahu, aku sudah membuatnya bahagia dengan mencintai perempuan itu. Kebahagiaan Mario adalah kebahagiaanku juga, karena aku akan selalu mencintainya.



**********


Setahun kemudian…

Meisha membuka amplop surat2 itu dengan air mata berlinang. Tanah pemakaman itu masih basah merah dan masih dipenuhi bunga.

” Mario, suamiku….

Aku tidak pernah menyangka pertemuan kita saat aku pertama kali bekerja dikantormu, akan membawaku pada cinta sejatiku. Aku begitu terpesona padamu yang pendiam dan tampak dingin. Betapa senangnya aku ketika aku tidak bertepuk sebelah tangan. Aku mencintaimu, dan begitu posesif ingin memilikimu seutuhnya. Aku sering marah, ketika kamu asyik bekerja, dan tidak memperdulikan aku. Aku merasa diatas angin, ketika kamu hanya diam dan menuruti keinginanku… Aku pikir, aku si puteri cantik yang diinginkan banyak pria, telah memenuhi ruang hatimu dan kamu terlalu mencintaiku sehingga mau melakukan apa saja untukku…..

Ternyata aku keliru…. aku menyadarinya tepat sehari setelah pernikahan kita. Ketika aku membanting hadiah jam tangan dari seorang teman kantor dulu yang aku tahu sebenarnya menyukai Mario.

Aku melihat matamu begitu terluka, ketika berkata, ” kenapa, Rima ? Kenapa kamu mesti cemburu ? dia sudah menikah, dan aku sudah memilihmu menjadi istriku ?”

Aku tidak perduli,dan berlalu dari hadapanmu dengan sombongnya.

Sekarang aku menyesal, memintamu melamarku. Engkau tidak pernah bahagia bersamaku. Aku adalah hal terburuk dalam kehidupan cintamu. Aku bukanlah wanita yang sempurna yang engkau inginkan.

Istrimu,

Rima”

Di surat yang lain,

"
………Kehadiran perempuan itu membuatmu berubah, engkau tidak lagi sedingin es. Engkau mulai terasa hangat, namun tetap saja aku tidak pernah melihat cahaya cinta dari matamu untukku, seperti aku melihat cahaya yang penuh cinta itu berpendar dari kedua bola matamu saat memandang Meisha……”

Disurat yang kesekian,

“…….Aku bersumpah, akan membuatmu jatuh cinta padaku.

Aku telah berubah, Mario. Engkau lihat kan, aku tidak lagi marah2 padamu, aku tidak lagi suka membanting2 barang dan berteriak jika emosi. Aku belajar masak, dan selalu kubuatkan masakan yang engkau sukai. Aku tidak lagi boros, dan selalau menabung. Aku tidak lagi suka bertengkar dengan ibumu. Aku selalu tersenyum menyambutmu pulang kerumah. Dan aku selalu meneleponmu, untuk menanyakan sudahkah kekasih hatiku makan siang ini? Aku merawatmu jika engkau sakit, aku tidak kesal saat engkau tidak mau aku suapi, aku menungguimu sampai tertidur disamping tempat tidurmu, dirumah sakit saat engkau dirawat, karena penyakit pencernaanmu yang selalu bermasalah…….

Meskipun belum terbit juga, sinar cinta itu dari matamu, aku akan tetap berusaha dan menantinya……..”

Meisha menghapus air mata yang terus mengalir dari kedua mata indahnya… dipeluknya Jelita yang tersedu-sedu disampingnya.

Disurat terakhir, pagi ini…

“…………..Hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan kami yang ke-9. Tahun lalu engkau tidak pulang kerumah, tapi tahun ini aku akan memaksamu pulang, karena hari ini aku akan masak, masakan yang paling enak sedunia. Kemarin aku belajar membuatnya dirumah Bude Tati, sampai kehujanan dan basah kuyup, karena waktu pulang hujannya deras sekali, dan aku hanya mengendarai motor.

Saat aku tiba dirumah kemarin malam, aku melihat sinar kekhawatiran dimatamu. Engkau memelukku, dan menyuruhku segera ganti baju supaya tidak sakit.

Tahukah engkau suamiku,

Selama hampir 15 tahun aku mengenalmu, 6 tahun kita pacaran, dan hampir 9 tahun kita menikah, baru kali ini aku melihat sinar kekhawatiran itu dari matamu, inikah tanda2 cinta mulai bersemi dihatimu ?………”

Jelita menatap Meisha, dan bercerita,

” Siang itu Mama menjemputku dengan motornya, dari jauh aku melihat keceriaan diwajah mama, dia terus melambai-lambaikan tangannya kepadaku. Aku tidak pernah melihat wajah yang sangat bersinar dari mama seperti siang itu, dia begitu cantik. Meskipun dulu sering marah2 kepadaku, tapi aku selalu menyayanginya. Mama memarkir motornya diseberang jalan, Ketika mama menyeberang jalan, tiba2 mobil itu lewat dari tikungan dengan kecepatan tinggi…… aku tidak sanggup melihatnya terlontar, Tante….. aku melihatnya masih memandangku sebelum dia tidak lagi bergerak……” Jelita memeluk Meisha dan terisak-isak. Bocah cantik ini masih terlalu kecil untuk merasakan sakit di hatinya, tapi dia sangat dewasa.

Meisha mengeluarkan selembar kertas yang dia print tadi pagi. Mario mengirimkan email lagi kemarin malam, dan tadinya aku ingin Rima membacanya.

Dear Meisha,

Selama setahun ini aku mulai merasakan Rima berbeda, dia tidak lagi marah2 dan selalu berusaha menyenangkan hatiku. Dan tadi, dia pulang dengan tubuh basah kuyup karena kehujanan, aku sangat khawatir dan memeluknya. Tiba2 aku baru menyadari betapa beruntungnya aku memiliki dia. Hatiku mulai bergetar…. Inikah tanda2 aku mulai mencintainya ?

Aku terus berusaha mencintainya seperti yang engkau sarankan, Meisha. Dan besok aku akan memberikan surprise untuknya, aku akan membelikan mobil mungil untuknya, supaya dia tidak lagi naik motor kemana-mana. Bukan karena dia ibu dari anak2ku, tapi karena dia belahan jiwaku….

Meisha menatap Mario yang tampak semakin ringkih, yang masih terduduk disamping nisan Rima. Diwajahnya tampak duka yang dalam. Semuanya telah terjadi, Mario.
Kadang kita baru menyadari mencintai seseorang, ketika seseorang itu telah pergi meninggalkan kita.

Jakarta, 7 Januari 2009

Get Your Passion

Bill Gates di kala itu adalah seorang pemuda yang bersahabat dengan Paul Allen. Mereka berdua senang sekali menggeluti dunia komputer dan piranti lunak. Satu hal yang mereka sadari bahwa komputer di masa itubelum memiliki bahasa program. Dan pasti anda sudah tahu, ketika sebuah komputer belum memiliki bahasa program, maka komputer itu hanya seonggok timah yang bisa menyala saja, tidak dapat di operasikan.
Hingga suatu ketika, ia bersama dengan Paul Allen datang ke kantor IBM, dan menawarkan bahasa program bagi komputer-komputer rakitan IBM. Menariknya, Bill Gates yang berbicara kala itu memberikan sebuah pernyataan menarik, “kami punya jawaban atas masalah anda. Kami mempunyai bahasa program bagi komputer anda, dan kami patenkan yang diberi nama dengan DOS”. Disinilah momentum bersejarah itu terjadi. Mereka bahkan tidak tahu bahwa pertemuan dan kalimat tersebut akan menjadi sebuah momentum bersejarah akan kejayaan Microsoft. Kenapa mereka tidak tahu bahwa hal tersebut akan menjadi momentum bersejarah kala itu?
Karena di saat mereka keluar dari kantor IBM, Paul Allen sedikit marah dengan Bill Gates karena mereka berdua tahu bahwa bahasa program DOS tersebut belum ada sama sekali di tangan mereka. Jawaban Bill sederhana saja kepada Paul, “bukankah kau pernah bilang bahwa kau kenal seseorang yang kita bisa beli system operasinya, karena tidak mungkin kita memberikan jawaban yang tidak pasti kepada IBM”.
Akhirnya, Paul Allen mendatangi orang tersebut, dan mencoba menawar system operasi tersebut seharga $50.000. sementara itu, Bill Gates menunggu dengan perasaan gelisah, khawatir orang tersebut tidak mau menjual system operasinya. Tapi akhirnya, orang tersebut mau menjual kepada mereka. Inilah momentum yang menghantarkan microsoft berjaya dan menjadikan Bill Gates menjadi orang terkaya di dunia.
Apa yang hebat dari Bill Gates dan Paul Allen? Dari sekian banyak hal, saya melihat satu hal yang sangat jelas. Mereka memiliki passion. Mereka menyukai apa yang mereka kerjakan. Mereka dari dulu menyukai dunia komputer dan senantiasa mencari berita-berita di majalah yang berkenaan dengan komputer, sebuah barang langka dan belum canggih kala itu.
Begitu intens nya dengan dunia itu, sehingga mereka tahu bahwa sebuah komputer yang di produksi memiliki masalah yang sama, yaitu bahasa program yang hebat. Bahkan dalam buku Outliers yang di tulis oleh Malcolm Gladwell menyebutkan bahwa orang-orang yang sangat sukses adalah orang-orang yang begitu menyukai dan mencintai apa yang mereka kerjakan. Begitu cintanya, sehingga mereka rela melakukan nya hingga 10.000 jam.
Inilah passion. Sesuatu yang membuat kita suka melakukannya. Bahkan apapun yang kita kerjakan akan terasa ringan karena adanya passion ini. Saya sangat suka dengan definisi impian dari John Elliot, seorang Ph. D yang juga seorang motivator yang mengajar bisnis, dan seorang psikolog. Katanya, impian adalah perasaan. Menjadi demikian mudah apa yang kita, capai jika apa yang kita kerjakan itu sangat menyenangkan, karena impian kita adalah passion kita sendiri.
Jadi, sekarang apa passion anda??

KISAH SI GADIS BUTA

Semoga bisa menjadi bacaan yang bermanfaat......

Ada seorang gadis buta yang membenci dirinya sendiri karena kebutaan nya itu. Tidak hanya terhadap dirinya sendiri, tetapi ia juga membenci semua orang, kecuali kekasih nya.
Kekasih nya selalu ada di sampingnya untuk menemani dan menghibur nya. Gadis itu berkata akan menikahi kekasihnya hanya jika dia bisa melihat dunia.
Suatu hari, ada seseorang yang mendonorkan sepasang mata padanya sehingga dia bisa melihat semua hal, termasuk kekasihnya. Kemudian, kekasihnya bertanya, “sekarang kamu bisa melihat dunia. Apakah kamu mau menikah dengan ku?”
Gadis itu terguncang saat melihat bahwa kekasihnya itu ternyata buta. Dia menolak untuk menikah dengan nya. Kekasih nya pergi dengan air mata mengalir, dan kemudian menulis sepucuk surat singkat kepada gadis itu, “sayangku, tolong jaga baik-baik mata saya.”
............................

Kisah di atas memperlihatkan bagaimana pikiran manusia berubah saat status dalam hidup nya berubah. Hanya sedikit orang yang ingat bagaimana keadaan hidup sebelumnya dan lebih sedikit lagi yang ingat terhadap siapa harus berterimakasih karena telah menyertai dan menopang bahkan di saat yang paling menyakit kan.

Hidup adalah anugerah...
Hari ini, sebelum engkau berpikir untuk mengucapkan kata-kata kasar, ingat lah akan seseorang yang tidak bisa berbicara.
Sebelum engkau mengeluh mengenai cita rasa makanan mu, ingat lah akan seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

Sebelum engkau mengeluh tentang suami, isteri, atau kekasih mu, ingatlah akan seseorang yang menangis kepada Tuhan yang meminta pasangan hidup.

Filosofi sebuah pensil

Seorang Cucu bertanya kepada nenek nya yang tengah menulis, "nenek sedang menulis apa?". Mendengar pertanyaan tadi, sang nenek berhenti menulis dan berkata, "sebenarnya, apa yang nenek tulis tidaklah penting. Yang lebih penting, justru pensil yang nenek pakai. Nenek berharap kamu bakal seperti pensil ini ketika dewasa nanti", lanjutnya.

Mendengar jawaban ini, si cucu kemudian memperhatikan pensil dalam genggaman tangan neneknya, dan bertanya kembali ketika ia tidak melihat hal istimewa dari pensil yang dipakai. "Sepertinya pensil itu sama saja dengan pensil yang lainnya", ujar si Cucu. Dengan bijaksana, nenek menjawab, "itu semua tergantung bagaimana kamu melihat pensil ini. Pensil ini mempunyai lima kualitas yang akan membuatmu selalu tenang menjalani kehidupan", tegasnya.

"Kualitas pertama, pensil mengingatkan bahwa kamu bisa berbuat hal yang hebat dalam hidup. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, jangan pernah lupa bahwa ada tangan yang selalu membimbing langkah kamu. Kita menyebutnya tangan Tuhan. Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendakNya".

"Kualitas kedua, dalam proses menulis, kita kadang harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan pensil nenek. Rautan ini pasti membuat pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, pensil akan mendapatkan ketajaman nya kembali. Begitu juga dengan kamu. Dalam hidup ini kamu harus berani menerima penderitaan dan kesusahan, karena merekalah yang akan membuatmu menjadi orang yang lebih baik".

"Kualitas ketiga, pensil selalu memberi kita kesempatan mempergunakan penghapus, untuk memperbaiki kata-kata yang salah. Karena itu memperbaiki kesalahan dalam hidup bukanlah hal buruk, karena dapat membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar".

"kualitas keempat, bagian paling penting dari sebuah pensil bukan lah bagian luar, melainkan arang yang ada di dalam. Oleh sebab itu, selalu hati-hati dan menyadari hal-hal di dalam dirimu ".

“Kualitas kelima, sebuah pensil selalu meninggalkan tanda/goresan. Seperti juga kamu, sadarlah bahwa apapun yang kamu perbuat dalam hidup akan meninggalkan kesan. Oleh karena itu selalu hati-hati dan sadar atas semua tidakan”

About Life

Hidup ini bukan tentang mengumpulkan nilai atau membuat orang kagum dengan kerja kita. Bukan tentang hitung-hitungan mengenai pekerjaan, bukan juga tentang membenci seseorang karena kedekatannya dengan atasan. Bukan tentang berapa banyak orang yang memujimu karena pekerjaanmu, dan juga bukan tentang dengan siapa kau dekat . Bukan tentang siapa yang telah kau puji, seragam apa yang mereka pakai, atau teman sebaya atau orang tua mana yang menyukaimu. Bukan tentang sepatumu atau rambutmu atau warna kulitmu atau tempat tinggalmu atau pekerjaanmu. Bahkan, juga bukan tentang nilai-nilai pekerjaanmu, uang, baju atau pangkat dan jabatan. Hidup ini bukan tentang apakah kau memiliki banyak teman, atau apakah kau seorang diri, dan bukan tentang apakah kau diterima atau tidak diterima oleh lingkungan mu. Hidup ini bukanlah tentang itu.

Namun, hidup ini adalah tentang apa yang telah kau berikan untuk orang lain, atasan dan yang tepenting adalah apa yang telah kita lakukan untuk membahagiakan orang tua kita. Tentang bagaimana kau membawa diri ketika berhadapan dengan orang – orang yang belum atau baru kita kenal. Tentang kepercayaan, kejujuran, rasa tanggung jawab terhadap pekerjaan, serta keikhlasan kita mengerjakan tugas yang seharusnya bukan tugas kita. Hidup ini adalah tentang menghindari rasa cemburu, rasa tak peduli dan bersenang – senang diatas penderitaan orang lain. Tentang apa yang kau katakan dan yang kau pikirkan. Tentang menghargai orang apa adanya dan bukan karena pangkat atau jabatan, bukan juga karena perbedaan status di perusahaan atau perbedaan gaji yang mencolok. Dan yang terpenting, hidup ini adalah tentang memilih untuk menggunakan hidupmu untuk memberikan yang terbaik kepada orang lain dengan menyentuh hidup orang lain dengan cara memahami dan mengerti kebutuhan dan keinginan mereka. Hidup adalah tentang pilihan-pilihan itu.

Cukup itu berapa?

Kata yang paling sulit di ucapkan oleh manusia
barangkali adalah kata CUKUP

Kapankah kita bisa berkata CUKUP?

Hampir semua pegawai merasa gajinya belum bisa
dikatakan sepadan dengan kerja keras nya.

Pengusaha hampir selalu merasa
pendapatan perusahaan ny masih di bawah target.

Istri mengeluh suaminya kurang perhatian.
Suami berpendapat istrinya kurang pengertian.
Anak-anak menganggap orang tua nya kurang murah hati.

Semua merasa kurang dan kurang.
Kapankah kita bisa berkata cukup?

Cukup bukanlah soal berapa jumlah nya..

Cukup adalah persoalan kepuasan hati.
Cukup hanya bisa di ucapkan oleh orang bisa mensyukuri.

Tidak perlu takut berkata cukup.

Mengucapkan kata cukup bukan berarti kita berhenti berusaha dan berkarya.
Cukup jangan diartikan sebagai kondisi stagnansi.
Mandeg.
Berpuas diri.

Mengucapkan kata Cukup,membuat kita melihat apa yang telah kita terima...Bukan apa yang belum kita dapatkan.

Jangan biarkan kerakusan manusia membuat kita sulit berkata cukup.

Belajarlah mencukupkan diri. Dengan apa yangada pada diri kita hari ini.

Maka kita akan menjadi manusia yang berbahagia.
Belajarlah untuk berkata "Cukup".

Surat Buat Istriku

( Boleh copas dr blog temen : )

Dulu sebelum menikah,
aku berharap istriku seperti khadijah :
melindungi suaminya kala gemetar ketakutan
dengan hangat selimut kasih
dan dekapan sayang keibuan

Atau seperti seperti Siti Hajar :
Meski sendiri di tinggal di gurun
Kesepian,
Tapi selalu merajut kesetiaan
Dan teguh memegang janji

Atau Fatimah Az-zahra :
tabah menjalani hari-hari dalam kesederhanaan
Meski hanya tinggal di rumah kecil,
berhiaskan prihatin semata

Tapi ternyata
aku pun bukan Muhammad
Rasulullah,
yang kata-kata nya senantiasa dapat di percaya
Atau Ibrahim yang hanif,
dan teguh berdiri menjaga iman
Atau Ali bin Abi Thalib yang perkasa
namun selalu santun pada sesama

Aku hanya suamimu yang masih
mudah marah saat kejengkelan merusak hatinya
Laki-laki yang akan berdiri sombong
saat kau usik ego nya
Dan bocah balita yang di bungkus dalam tubuh orang dewasa
manja, kekanak-kanakan, dan
senantiasa tak mau kalah

Sering aku jengkel ketika kau
tak bisa melangkah secepat langkah ku
Padahal seharusnya akulah yang
mendukungmu di jalan berbatu terjal
atau tiba-tiba keluar kata-kata kasar saat kau
tak juga mengerti diriku
Padahal seharusnya akulah yang membimbingmu
dengan lemah lembut saat kau kesulitan

Maka aku menerimamu apa ada nya
Sebagai istri yang tentu akan punya kekurangan
Namun menyimpan kelebihan-kelebihan yang aku sendiri
tak pernah miliki

Aku menerimamu
Sebagaimana kau menerimaku

Inilah sungai deras
Yang selalu mengalir mencari lautanmu

Semoga kelak akan terbaca
bahwa perjalanan kita tulus menuju pada
Sang pencipta
mengikuti irama dalam syariat-Nya
dan berada dalam surga abadiNya

Cinta Tak Bersyarat

Pagi itu klinik sangat sibuk. Sekitar jam 9:30 seorang pria berusia
70-an datang untuk membuka jahitan pada luka di ibu-jarinya. Aku
menyiapkan berkasnya dan memintanya menunggu, sebab semua dokter masih
sibuk, mungkin dia baru dapat ditangani setidaknya 1 jam lagi.

Sewaktu menunggu, pria tua itu nampak gelisah, sebentar-sebentar
melirik ke jam tangannya.
Aku merasa kasihan. Jadi ketika sedang luang
aku sempatkan untuk memeriksa lukanya, dan nampaknya cukup baik dan
kering, tinggal membuka jahitan dan memasang perban baru. Pekerjaan
yang tidak terlalu sulit, sehingga atas persetujuan dokter, aku
putuskan untuk melakukannya sendiri.

Sambil menangani lukanya, aku bertanya apakah dia punya janji lain
hingga tampak terburu-buru. Lelaki tua itu menjawab tidak, dia hendak
ke rumah jompo untu makan siang bersama istrinya, seperti yang
dilakukannya sehari-hari. Dia menceritakan bahwa istrinya sudah
dirawat di sana sejak beberapa waktu dan istrinya mengidap penyakit
Alzheimer.

Lalu kutanya apakah istrinya akan marah kalau dia datang terlambat.
Dia menjawab bahwa istrinya sudah tidak lagi dapat mengenalinya sejak
5 tahun terakhir. Aku sangat terkejut dan berkata, Dan Bapak masih
pergi ke sana setiap hari walaupun istri Bapak tidak kenal lagi? Dia
tersenyum ketika tangannya menepuk tanganku sambil berkata, Dia memang
tidak mengenali saya, tapi saya masih mengenali dia, kan?

Aku terus menahan air mata sampai kakek itu pergi, tanganku masih
tetap merinding, Cinta kasih seperti itulah yang aku mau dalam
hidupku.

Cinta sesungguhnya tidak bersifat fisik atau romantis.
Cinta sejati adalah menerima apa adanya yang terjadi saat ini, yang sudah terjadi,
yang akan terjadi, dan yang tidak akan pernah terjadi.

Bagiku pengalaman ini menyampaikan satu pesan penting: Orang yang
paling berbahagia tidaklah harus memiliki segala sesuatu yang terbaik,
mereka hanya berbuat yang terbaik dengan apa yang mereka miliki. Hidup
bukanlah perjuangan menghadapi badai, tapi bagaimana tetap menari di
tengah hujan.

Kisah si Tempayan Retak

Seorang tukang air memiliki dua tempayan besar, Masing-masing bergantung pada kedua ujung sebuah pikulan yang dibawa menyilang pada bahunya.

Satu dari tempayan itu retak, Sedangkan tempayan satunya lagi tidak.
Jika tempayan yang tidak retak itu selalu membawa air penuh setelah perjalanan panjang dari mata air ke rumah majikannya. Tempayan itu hanya dapat air setengah penuh. Selama dua tahun, hal ini terjadi setiap hari. Si tukang air hanya dapat membawa satu setengah tempayan air ke rumah majikannya.

Tentu saja si tempayan yang tidak retak merasa bangga akan prestasinya,karena dapat menunaikan tugasnya dengan sempurna. Namun si tempayan retak yang malang itu merasa malu sekali akan ketidaksempurnaannya. Dan merasa sedih sebab ia hanya dapat memberikan setengah dari porsi yang seharusnya dapat diberikannnya.

Setelah dua tahun tertekan oleh kegagalan pahit ini, tempayan retak itu berkata kepada si tukang air,

"Saya sungguh malu pada diri saya sendiri, dan saya ingin mohon maaf kepadamu."

"Kenapa?" tanya si tukang air, "Kenapa kamu merasa malu?"

"Saya hanya mampu, selama dua tahun ini, membawa setengah porsi air dari yang seharusnya dapat saya bawa karena adanya retakan pada sisi saya telah membuat air yang saya bawa bocor sepanjang jalan menuju rumah majikan kita. Karena cacadku itu, saya telah membuatmu rugi", Kata tempayan itu.

Si tukang air merasa kasihan pada si tempayan retak,dan dalam belas kasihannya, ia berkata, "Jika kita kembali ke rumah majikan besok, aku ingin kamu memperhatikan bunga-bunga indah di sepanjang jalan."

Benar, ketika mereka naik ke bukit, Si tempayan retak memperhatikan Dan baru menyadari bahwa ada bunga-bunga indah di sepanjang sisi jalan, dan itu membuatnya sedikit terhibur.

Namun pada akhir perjalanannya, Ia kembali sedih karena separuh air yang dibawanya telah bocor, dan kembali tempayan retak itu meminta maaf pada si tukang air atas kegagalannya.

Si tukang air berkata kepada tempayan itu, "Apakah kamu memperhatikan adanya bunga-bunga di sepanjang jalan di sisimu tapi tidak ada bunga di sepanjang jalan
di sisi tempayan yang lain yang tidak retak itu? Itu karena aku selalu menyadari akan cacadmu. Dan aku memanfaatkannya.

Aku telah menanam benih-benih bunga di sepanjang jalan di sisimu, dan setiap hari jika kita berjalan pulang dari mata air, kamu mengairi benih-benih itu.
Selama dua tahun ini aku telah dapat memetik bunga-bunga indah itu untuk menghias meja majikan kita. Tanpa kamu sebagaimana kamu ada, majikan kita tak akan dapat menghias rumahnya seindah sekarang. "

Tempayan retak itu pun tersenyum bahagia.


Setiap dari kita memiliki cacad dan kekurangan kita sendiri.
Kita semua adalah tempayan retak.
Namun jika kita mau, Tuhan akan menggunakan kekurangan kita Untuk menghias-Nya.
Di mata Tuhan yang bijaksana, tak ada yang terbuang percuma.

Jangan takut akan kekuranganmu. Kenalilah kelemahanmu dan kamu pun dapat menjadi sarana keindahan Tuhan.

Ketahuilah, didalam kelemahan kita, kita menemukan kekuatan kita.

Bersyukurlah... =))

boleh Copass dari blog temen.. :)


Bersyukurlah bahwa kamu belum siap memiliki segala sesuatu yang kamu inginkan... Seandainya sudah, apalagi yang harus diinginkan?

Bersyukurlah apabila kamu tidak tahu sesuatu, karena itu memberimu kesempatan untuk belajar...

Bersyukurlah untuk masa-masa sulit, di masa itulah kamu bertumbuh...

Bersyukurlah untuk keterbatasanmu, karena itu memberimu kesempatan untuk berkembang...

Bersyukurlah untuk setiap tantangan baru, karena itu akan membangun kekuatan dan karaktermu....

Bersyukurlah untuk kesalahan yang kamu buat, itu akan mengajarkan pelajaran yang berharga...

Bersyukurlah bila kamu lelah dan letih, karena itu berarti kamu telah membuat suatu perbedaan...

Mungkin mudah untuk kita bersyukur akan hal-hal yang baik ... Hidup yang berkelimpahan datang pada mereka yang juga bersyukur akan masa yang surut...

Rasa syukur dapat mengubahkan hal yang negatif menjadi positif....

Temukan cara untuk bersyukur akan masalah-masalahmu dan semua itu akan menjadi berkah bagimu ........